Senin, 09 Mei 2011

Teknologi Informasi - Internet untuk Penanggulangan Bencana Alam


Begitu banyak bencana alam yang terjadi di negeri ini, tsunami, banjir, longsor, angin putting beliung dan bencana lainnya. Lalu apa yang Internet bisa lakukan untuk menanggulangi berbagai bencana alam yang terjadi? Internet memiliki peran yang tidak kecil dalam proses penanggulangan bencana alam, seperti halnya pada saat bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh di akhir tahun 2004 dimana seluruh sarana komunikasi terputus pada waktu itu. Internet menjadi media yang pertama kali menghubungkan Aceh dengan dunia luar, sehingga beragam informasi dari Aceh bisa dipublikasikan ke luar Aceh.

Internet bisa dimanfaatkan sebagai media untuk berkomunikasi, baik melalui e-mail, chatting, dan forum publik. Seperti pada saat terjadi bencana Tsunami di Aceh, dengan Internet, relawan-relawan kemanusiaan bisa berkomunikasi via email ataupun ngobrol dengan menggunakan Internet Messenger seperti Yahoo Messenger ataupun MSN Messenger dengan induk organisasinya untuk berkoordinasi terkait kebutuhan logistik, laporan kondisi dan info penting lainnya, begitu pula jurnalis bisa mengirimkan berita ke kantornya yang berada di kota lainnya dalam waktu singkat.

Internet bisa dimanfaatkan untuk menjadi media publikasi informasi, baik melalui website ataupun mailing list. Seperti pada saat bencana banjir di Sinjai, tim relawan mengirimkan data foto kondisi daerah Sinjai yang rusak parah terkena banjir melalui email dan kemudian foto-foto tersebut dipublikasikan tim AirPutih melalui website www.mediacenter.or.id sehingga masyarakat di seluruh dunia bisa melihat kondisi di sinjai. Berita-berita terkini pun bisa diakses dengan cepat melalui website. Catatlah beberapa media online seperti detik.com, media-indonesia.com yang menyajikan informasi ketika terjadi bencana di sebuah tempat.

Penggalangan dana bantuan pun bisa dilakukan melalui internet. Situs ritel Amazon.com saja mampu mengumpulkan lebih dari lima puluh ribu dermawan. Lebih dari US$ 3,5 juta (Rp 32,6 miliar) akan disumbangkan lewat organisasi palang merah di Amerika Serikat. Contoh lainnya adalah seperti yang dilakukan oleh Tim AirPutih, menggalang bantuan dari berbagai pihak melalui media website. Alhasil komunitas Teknologi Informasi (TI) tergerak dan memberikan berbagai macam bantuan baik berupa peralatan telekomunikasi, komputer, dan lain sebagainya yang digunakan untuk proses penanggulangan bencana.

Selain sebagai media menyalurkan dana bantuan, internet juga dimanfaatkan sebagai sumber informasi mencari orang hilang. Situs BBC, misalnya, memungkinkan seorang warga negara Belanda bernama Rob Delissen untuk melacak keluarganya yang ada di pulau Koch Racha Yai. Pulau tersebut terletak di bagian selatan dari Phuket, Thailad, salah satu daerah korban tsunami. Begitu juga Situs MediaCenter AirPutih, memungkinkan seseorang yang berada di kuala lumpur untuk melacak keluarganya yang berada di Aceh sehingga bisa mengetahui keberadaannya di posko tim relawan INTI dan bisa menemuinya di posko tersebut.

Melalui Internet, kita bisa senantiasa mengikuti perkembangan-perkembangan terkini seperti halnya gejala-gejala alam. www.mediacenter.or.id menyajikan beragam artikel dan pengetahuan seputar bencana alam, misalnya apakah penyebab banjir besar di Jakarta ? bagaimana rumah tahan gempa? Bagaimana persiapan bagi warga lereng merapi ketika aktifitas merapi meningkat? dan banyak lagi materi-materi penting lainnya yang mungkin berguna bagi kita.
Daftar Website yang berisi info dan Pengetahuan seputar alam dan bencana :
·         Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana geologi http://portal.vsi.esdm.go.id/
·         Info gunung berapi, gempa, dll. Aksi Cepat Tanggap (ACT) http://aksicepattanggap.com/
·         LSM Geofon http://geofon.gfzpotsdam.
·         Melihat info gempa terkini di seluruh dunia MPBI www.mpbi.or.id
·         LSM BMG www.bmg.go.id
·         Bakornas PBP www.bakornaspbp.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar